• GK-Plug and Play

Fakta Coronavirus

Updated: Jun 2

My Health Diary | 6 Februari 2020


Novel Coronavirus (2019-nCoV)

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus (novel: new alias baru) yang dapat menular serta menyebabkan gangguan pernafasan. Virus ini menyebar pertama kali dari kota Wuhan di China.


Coronavirus (CoV) telah diidentifikasi sejak tahun 1965, merupakan satu keluarga besar virus yang dapat ditemukan pada hewan atau manusia. Pada umumnya infeksi coronavirus berakibat ringan. Namun dalam kasus tertentu dapat menimbulkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.


Wabah penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) juga disebabkan oleh coronavirus jenis baru, masing-masing SARS-Cov dan MERS-CoV.


Novel coronavirus (2019-nCoV) dapat menyebabkan gangguan pernafasan ringan seperti demam, batuk, dan nyeri tenggorokan. Pada orang tertentu, khususnya yang telah memiliki penyakit lain seperti diabetes dan kelainan jantung atau berusia lanjut, infeksi novel coronavirus dapat berkembang menjadi pneumonia sebagai komplikasi utama.


Novel coronavirus menunjukan kecepatan penyebaran yang lebih tinggi namun memiliki tingkat kematian yang lebih rendah, yaitu sekitar 2% (berdasarkan laporan CDC nb dan The Lancet per 4 Februari 2020) dibandingkan dengan SARS (9.6%) dan MERS (34.4%).



Penyebab

Hingga saat ini sumber novel coronavirus belum dipastikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Journal of Medical Virology, materi genetik novel coronavirus merupakan rekombinasi virus dari ular dan kelelawar. Virus ini mengalami mutasi sehingga dapat menyerang sel-sel di saluran pernafasan manusia.


Gejala

Sejumlah gejala seperti pada infeksi virus pada umumnya telah dilaporkan oleh The Lancet and CDC (Center for Disease Control and Prevention; U.S.), yang meliputi:

  • Demam lebih dari 38 derajat Celsius

  • Batuk

  • Sesak nafas

  • Nyeri otot

  • Nyeri kepala

Waktu munculnya gejala ini bervariasi. Orang yang terinfeksi tidak segera menunjukkan gejala apapun hingga melewati masa inkubasi yang saat ini diperkirakan antara 2 hingga 14 hari.


Mereka yang pernah melakukan kontak langsung atau merawat penderita 2019-nCoV atau melakukan perjalanan ke China (terutama Wuhan) berisiko tinggi untuk tertular.



Diagnosa

Dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosa penyakit ini. Setelah melakukan pemeriksaan klinis dan riwayat perjalanan pasien, jika diperlukan dokter akan mengambil sampel darah, dahak, ingus atau cairan tubuh lainnya.


Badan kesehatan dunia, WHO, dan Departemen Kesehatan Indonesia telah merilis pedoman bagi tenaga kesehatan dalam menangani pasien terkait novel coronavirus. Di Indonesia pelaporan akan dilakukan institusi kesehatan secara berjenjang ke satu pintu yaitu Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan.



Pencegahan

Novel coronavirus rentan tertular secara langsung lewat bersin, batuk atau cipratan ludah dari orang yang terinfeksi kepada orang-orang yang berada di dekatnya.


Bila hinggap di permukaan benda-benda seperti meja, virus ini diperkirakan dapat bertahan hidup selama beberapa jam namun mudah dibunuh dengan tindakan pembersihan sederhana seperti lap disinfektan.


Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan nCoV. Namun dalam kasus coronavirus yang lain, yaitu SARS, dengan pencegahan dan karantina yang baik, tidak dijumpai lagi penderita baru sejak tahun 2014.


Langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah:

  • Lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih yang mengandung alkohol minimal 60%.

  • Tidak menyentuh hidung, mulut atau mata sebelum membersihkan tangan.

  • Apabila batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut dengan tisu, atau lipatan siku (bukan tangan). Segera buang tisu kotor tersebut ke tempat sampah.

  • Jaga jarak 2-3 meter dengan orang lain, khususnya yang sedang mengalami batuk, bersin dan pilek.

  • Hindari kontak langsung dengan pasien/hewan ternak yang terinfeksi.

  • Tunda kunjungan ke daerah yang terserang wabah nCoV.

  • Hindari makan daging yang tidak dimasak matang.

  • Gunakan masker penutup mulut dan hidung selama mengunjungi orang sakit atau tempat yang rawan penularan penyakit ini. Simak panduan MyHealth Diary tentang penggunaan masker yang benar.

  • Jika mengalami gejala terkait, segera periksakan diri ke dokter. Selama sakit, hindari bepergian atau melakukan kontak jarak dekat dengan orang lain. Gunakan masker setiap saat.



Penanganan

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk novel coronavirus. Antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan novel coronavirus itu sendiri.


Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini perlu, dan dapat diobati, yang pengobatannya didasarkan pada kondisi klinis pasien. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik, karena infeksi sekunder bakteri yang mungkin terjadi.


Hingga 4 Februari 2020, tercatat sejumlah pasien novel coronavirus, sekitar 3.5%, telah mengatasi gejala maupun virus tersebut dan keluar dari karantina



Saat ke Dokter

Informasikan dengan jelas riwayat perjalanan dan kontak fisik Anda selama 14 hari terakhir bila termasuk wilayah dan orang yang diketahui telah mengalami infeksi novel coronavirus. Lakukan langkah pencegahan penularan kepada orang lain. (***)

My Health Diary merupakan startup binaan GK-Plug and Play pada Batch 6. Ingin mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu startup binaan kami seperti My Health Diary? Daftarkan segera startup kamu di Batch 7 yang dapat diakses melalui link ini.

OTHERS

new logo.png